Minggu, 01 Maret 2020

Awas Cinta Jatuh

Berlari cepat tak membuat seseorang akan cepat sampai di tujuannya
Bisa jadi dia kelelahan
Atau malah hilang arah lalu tumbang
Maka perlahan adalah satu-satunya pilihan
Meski perlahan tak jua menjanjikan untuk bisa sampai ditujuan
Sedari itu cobalah, agar kelak tahu sampai dimana kekuatan sesungguhnya
Apakah benar terselip sebuah kegigihan atau hanya rasa takut sendirian

Sama halnya dengan hidup didunia
Yang terkadang harus melawan logika dengan perasaan
Entah siapa yang akan keluar menjadi pemenangnya
Karena sejauh hati berarah, tak kunjung jua keluar sebuah jawaban
Tapi tak ada yang harus dirisaukan
Karena bila benar ini bukan sebuah buaian
Maka ombakpun akan mampu dipecah hanya dengan buih dilautan

Tempatnya cukup sulit untuk dijangkau
Dan tak mudah untuk ditaklukkan
Karena penawar belum nampak diujung kalimat
Dan persimpangannya masih jelas terasa dihadapannya
Bukankah matahari selalu menanti pagi?
Lalu kenapa malam juga ingin larut dalam syahdu temaramnya rembulan?
Jangan di analogikan
Jangan di umpamakan
Jangan diasumsikan
Ini lebih dari sebuah cerita masa depan
Awas.... nanti cinta jatuh
Tersungkur dalam lembah harapan
Awas.... nanti cinta jatuh
Mati dalam kenangan dan menutup pintu kebahagiaan

Sepenggal Sajak
Gubahan A.D

Rabu, 12 Februari 2020

NUR

Nur, begitu orang memanggilnya.
Seorang remaja masa kini dengan segala keceriannya. Layaknya remaja pada umumnya dengan semua hobi yang dipunya. Mulai dari nongkrong, jalan ke mall, nonton, hingga rajin beraktifitas di sosial media. Yaaa..... ialah seorang perempuan bertubuh kecil yang selalu menabur senyum dan tawa untuk dunia. Sampai semua itu terjadi dengan begitu singkatnya.....
Dalam kesehariannya, ia yang baru saja lulus dari bangku SMA beberapa tahun silam ini juga merupakan aktifis muda pada sebuah organisasi. Meskipun tergolong baru di organisasi itu, namun dengan semangatnya ia bisa dengan cepat belajar dan beradaptasi. Maka tak ayal ia sering dipercaya untuk mengerjakan sesuatu hal yang cukup penting di organisasinya tersebut. Bahkan karena paras cantik dan kulit putihnya, beberapa diantara anggota organisasi tersebut juga ada yang ingin mendapatkan hatinya. Sampai semua itu terjadi dengan begitu singkatnya.....

Hari itu matahari sangat terik. Seakan mencoba membakar ubun-ubun siapa saja yang tepat berada dibawahnya. Dilangkahkannya kaki perlahan untuk mengarah ke pelataran rumah. Segera ditariknya helm yang tergeletak disebuah meja kayu kecil didekat pot bunga. Hari ini, ia akan melakukan pertemuan dengan para anggota di organisasinya tersebut untuk membahasa suatu pekerjaan.
Perjalanan harus ditempuh sekian kilometers untuk bisa sampai dilokasi pertemuan tersebut.
Debu, asap dan terik menjadi teman sesaat diperjalanan itu.

Tepat pukul 13.10, kulihat ia dari dalam pagar besi berwarna hijau sedang bergegas memakirkan motornya. Aahhh.... akhirnya kulihat senyum manis dan wajah lucunya dari kejauhan. Meskipun aku tahu senyum itu hanyalah sebagai permohonan maaf atas keterlambatannya. Yasudahlah.... tak mengapa fikirku dalam hati.
Sejak mimpiku tentangnya beberapa hari yang lalu, entah mengapa bayangnya selalu ada di benakku hingga saat ini. Bahkan tak jarang jantungku berdebar bila disampingnya. Aneh.... tak biasanya seperti ini. Karena memang mengenalnya sudahlah cukup lama, meskipun saat pertama melihatnya aku memang mendapat kesan yang sama anehnya.

Rapat selesai di pertemuan siang itu. Banyak sekali agenda tersusun yang akan kami jalani bersama tim. Dan hampir semua ada dirinya. Pasti akan seru dan menyenangkan, semoga saja begitu harapku dalam hati.
Dan setelah berjalan sekian hari dari hari itu, benar adanya. Kejanggalan terus kurasakan. Lebih dari senang dan seru bahkan. Aku bisa melihat senyumnya lebih lama dari biasanya. Aku bisa melihat matanya lebih dalam daripada biasanya. Kucoba mencari dan menafsirkan apa yang tersirat dari cara dia menatapku. Tapi tak kutemukan jawaban. Mungkin aku yang masih belum baik dalam menafsirkan, atau memang tak pernah ada jawaban. Entahlah..... Allah SWT yang lebih paham.
Dan setelah daripada hari itu, tak hanya dalam agenda kegiatan kita bertemu. Sesekali kami mengatur waktu untuk sekedar jalan bersama, nonton, ataupun bersama-sama menikmati senja di ufuk barat yang akan terbenam dengan indahnya.
Lama sudah tak kunikmati hari-hari seperti ini, setelah kekhilafan dan beberapa kesalahanku terdahulu yang sempat merusak perasaanku sendiri.
Kembali aku tak mengetahui ada apa sebenarnya dengan ini. Kucoba nikmati setiap waktu bersamanya. Apapun itu, sekecil apapun itu, sedikit apapun itu. Hingga akhirnya ada namanya disetiap sujud akhirku. Huffttt..... semakin tak karuan dibuatnya. Biarlah.... aku hanya mencoba menjadi selayaknya manusia yang harus ikhtiar dan berdoa disaat mengingkan sesuatu. Ya... kurasa aku menginginkannya. Bahkan sekarang lebih dari itu.

Rabu, pukul 14.00 aku sudah ada dibawah rumahnya. Menjemputnya untuk beraktifitas bersama dalam urusan kerjaan. Seperti biasa, berdebar-debar jantung ini dibuatnya. Namun sebisa mungkin kuatur nafas ini agar tak terlihat canggung dihadapannya. Sebenarnya aku paham, sadar, dan mengerti benar bahwa adalah sebuah kebodohan mencintai seorang yang sudah tak sendiri. Tapi logikaku kembali tak sanggup melawan hati. Dan terus kunikmati saja dari semua yang aku rasakan. Sembari terus kusugestikan bahwa aku tak mengetahui bahwa ia sudah berdua. Yaa, berpura-pura tidak tahu adalah langkah yang kuambil saat ini. Selebihnya akan kuserahkan kepada sang Illahi untuk kedepannya. Dan kutanamkan mental yang sangat kuat atas segala resiko terburuk yang mungkin akan aku dapati di akhir cerita kelak. Karena sangat mungkin sekali cerita ini akan berakhir dengan perih. Yang penting maju saja, apa yang dirasa harus kusampaikan dengan segala cara. Begitu menurutku..... Semoga kali ini berbeda gumamku dalam hati.

Dari keterbatasan itulah aku mencoba untuk menjadi seorang yang bermanfaat untuknya. Sekalipun aku juga masih sangat buruk sebagai manusia dihadapan Allah SWT. Terus mengingatkannya pada kebaikan dan berusaha memperbaiki diri serta melayakkan diri semisal ada jalan untuk bisa bersanding dengannya nanti.
Dan berharap pada sang pencipta rasa agar kelak semua menjadi kepingan kenangan indah yang bisa disimpan untu selamanya.
Aku hanya perlu berpura-pura, aku hanya perlu usaha dan doa, aku hanya perlu berbagi cerita dengannya.
Semoga senyum lucunya selalu ada untukku, dan hanya untukku.....

Minggu, 02 Februari 2020

Nafas Terakhir

Sembab.....
Cairan hangat mulai tak terbendung membasahi
Bergetar begitu menukik tajam dan menghantam tepat ditengah perasaan
Tak berarah menjelma sampai ke sudut otak kiri
Melayang dan lunglai dibuatnya
Menciptakan rasa baru yang mereka sebut perih

Tepat kala berada disepertiga hari
Sebuah tragedi yang kusadari adalah sebuah takdir
Menyingkap janji yang memang sudah tertuliskan sebelumnya
Untuk berkenan kembali disuatu hari
Disebuah waktu yang tak biasa bahkan hanya sekali dirasa
Menjadikannya sebagai perumpamaan kecil tentang makna hidup sesungguhnya
Sebagai perumpamaan sederhana tentang perjalanan baru yang akan ditempuh
Sebagai perumpamaan baru tentang kelanjutan jiwa itu sendiri

Dalamlah ia merasuk
Begitu terik ia di dasar segenap terowongan jiwa
Kala raga ikut menjadi saksi
Ketika salah satu insan terbaik di mata harus didekap dalam hangatnya pelataran akhir singgasana
Seorang yang pernah berjuang
Seorang yang selalu mencoba untuk ada

Yaaa..... nelangsa yang lahir dari sebuah penggalan kenangan
Yang masih kucoba untuk menikmatinya
Sungguh bahkan pada detik terakhir kata ini terangkai
Masih kuingat jelas hela nafas terakhir dari sang Ayah tercinta

Minggu, 26 Januari 2020

Terjebak Dalam Lelap

Gubahan : A.D

Samudera begitu tenang
Menyongsong cahaya matahari yang mulai temaram dipelupuk senja
Seakan tersenyum manis untuk menyambut sang rembulan
Yang bergerak perlahan dalam rasa
Beradu dalam debar jantung yang menggebu
Dan hasrat yang menggila hampir tak terbendung

Ada sentuhan, ada nafas, ada kejutan, ada ketiadaan
Bersatu padu dalam angin yang tak kencang
Mencoba untuk mengganggu waktu yang harusnya telah terlelap
Dan menjebak dalam angan yang tak seharusnya
Gila…. Aneh…. Konyol….
Entah apa itu namanya…..

Kosong, terdapati tabung hati yang kosong
Buram, tersingsingkan gerak yang hampa
Tak bersuara namun berteriak
Tak bergeming namun mencoba
Tak tersadar namun berharap
Sungguh keparahan yang teramat parah
Terjebak…. Terlelap…. Terjebak…. Terlelap….
Lalu terjebak dalam lelapnya…..

Rabu, 22 Januari 2020

Cerita Tentang Hari Ini


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…. Wahai para pembaca setianya Raja Enggang hehehe….. Piye kabaree???
Setelah sekian  lama jari-jari ini nggak beraksi di keyboard, akhirnya bela-belain tengah malam ngerangkai kata untuk nuangin pengalaman 2 hari yang lalu. Yaa takut juga sih ntar bakal keburu lupa, basi, dan sibuk sama kerjaan yang lain.
Pengalaman yang mungkin akan diceritakan ke anak cucu nanti, sebagai bukti bahwa Ayahnya adalah seorang petualan sejati. Ciyyyeeeeee anak cucu, kaya udah ada aja calon Bundanya anak-anak wkwkwk.
Berangan-angan dikit nggak papa kali yaaa, anggap aja sebuah doa dan kode ke Allah SWT biar segera dipertemukan gitu.
Udah aahhh…. Malah keterusan curhat yang ada. Bisa panjang dan melenceng yang ada hohohooo….

Singkat cerita, ada sebuah progress yang harus diselesaikan. Yang melibatkan beberapa Komunitas Budaya serta beberapa makhluk Tuhan Yang Paling Sexy, ehh makhluk Tuhan yang luar biasa maksudnya. Dan progress tersebut harus dikerjakan dibeberapa lokasi yang cukup jauh, jauh, jauh, dan jauh serta dalam, dalam, dalam, sedalam lautan India. Karena memang sengaja ingin menyesuaikan dan menyelaraskan antara pekerjaan yang akan dilakukan dengan kebutuhan – kebutuhannya.
Perjalanan menyenangkan itu dimulai 3 hari yang lalu. Saat dimana kita sudah mempersiapkannya dengan cukup matang. Hmmm…. Btw pada penasaran nggak sih tentang progress apa yang sebenarnya sedang dibuat???? Tapi sorry loh guys, progress itu nggak bisa terjelaskan disini karena masih menjadi sebuah rahasia yang sangat teramat rahasia gitu men….. Dan di tulisan kali ini aku hanya mencoba menceritakan tentang segala yang kami dapat dalam proses tersebut.
Huuufftttt…. Baiklah. Mari kita berdoa menurut Agama dan kepercayaan masing-masing lalu kita telaah pelajaran apa yang bisa dipetik dari sebuah “Cerita Tentang Hari Ini”.

Momen cukup langka, karena bisa merasakan kombinasi antara rasa lelah, emosi, senang, haru, takut, marah, ragu, seru, bangga, sedih, badmood, dan cinta. Eciiyyeee ciyyee ciyyeee….. Kalau ngomongin cinta ini rada gimanaaaa gitu. Berasa jadi orang yang paling paham tentang cinta aja wkwkwkwk.
Eittsss… tapi beneran loh, semua rasa itu memang terasa banget di perjalanan kemaren. Dan satu hal yang pasti, tidak ada rasa “SESAL” sedikitpun atas apa yang sudah terlewati. Karena pengalamannya udah cukup banget buat ngilangin rasa itu. Dan cinta disini bukan menjerumus ke difinisi suka pada sesuatu atau seseorang gitu. Melainkan lebih kepada sesama insan manusia dan secara umum gitu, yaaa walaupun tetap ada kisah romantis terselip didalamnya. Hmmm…. Tapi bukan aku loh yaaa, buat yang merasa-merasa aja deh.
Uhukk uhukk uhhuukkk (sampai tebatuk nih ceritanya).
Dan dari semua rasa yang didapat tadi, lahirlah sebuah kebersamaan yang sangat terasa banget secara pribadi. Makan bareng-bareng, tersesat bareng-bareng, marah bareng-bareng, kehabisan air bareng-bareng, kelaparan bareng-bareng, tidur dilantai dan di tanah bareng-bareng, bahkan mandipun bareng-bareng loh guys (tapi mandinya sesama jenis kelamin loh yaa).
Hal demikianlah yang sangat menyisakan kesan berarti di sudut otak kiri ini. Arrgghhh…. Ingin sekali rasanya bisa kembali melewati momen itu bersama-sama disuatu saat nanti. Yaaa…. Semoga kelak Allah ulang kembali momen ini….

Perjalanan dimulai dari kota, ke daerah pinggiran kota, masuk ke pedalaman hutan belantara, sampai kesebuah perkebunan di sudut kota. Dimulai dari menggunakan kendaran bermotor, berjalan kaki, bahkan sampai harus melewati jalur-jalur ekstrem yang sangat menantang. Hmmm kalau dihitung-hitung semua perjalanan itu kami tempuh kurang lebih sejauh 100km. Dan itu belum termasuk jalan kembali kerumah masing-masing loh. Jarak aja bisa sejauh itu, apalagi mimpiku untuk bersamamu wkwkwkwk #ndakurus.

Dari sekian panjang perjalanan itu, banyak banget hal-hal yang bisa dipetik. Mulai dari nilai positif sampai yang negatif. Kalian mau dengar yang mana dulu nih??? Atau nggak mau dengar sama sekali??? Kalau nggak yaa nggak papa juga, jadinya berentian deh nulisnya wkwkwk. Okelah, aku ceritain yang positifnya dulu kali yaa…. Oke silahkan disimak.
Momen dimana kita bisa belajar tentang sebuah perjuangan, yang mana dalam sebuah harapan untuk pencapaian maksimal juga sangat dibutuhkan perjuangan. Meskipun terkadang karena Allah yang terlalu baik, tanpa harus berjuang keras pun kita sudah bisa mendapatkan hasil yang sangat baik. Tapi pada kesempatan kali ini, perjuangan itu harus kami lakukan. Dengan berjalan kaki sekian kilometer, dengan membawa barang-barang pribadi, dengan membawa segala perbekalan makanan, juga segala kebutuhan-kebutuhan untuk perkerjaan kami. Dan itu jumlahnya nggak sedikit loh guys, bahkan beberapa diantaranya memiliki berat yang cukup membuat urat-urat harus menonjol dipermukaan kulit.
Tapi berkat izin Allah, berkat kerjasama dan toleransi satu sama lain, semuanya Alhamdulillah bisa kita lewati dengan santuy loh….. Lelahnya itu seakan hilang ketika melihat senyum satu sama lain, ketika mendengar gelak tawa bersama, ketika menikmati keseruan dalam berbincang, bisa makan bareng-bareng, menuhin memory handphone dengan poto-poto bersama. Arrrggghhhh….. seru kalilah pokoknya.

Dan ada beberapa momen paling The Best versi On The Spot yang terjadi selama 3 hari itu. Ketika ada yang bener-bener ikhlas dan rela membantu, memotivasi, serta menunggu salah satu teman yang sakit. Saling memijit-mijit kaki yang sama-sama lelah, saling membantu meringankan beban bawaan ketika ada beberapa yang sudah tak sanggup lagi untuk mengangkatnya. Masya Allah, itu berkesan banegt loh guys. Kental banget kekeluargaan, kebersamaan, dan kerja samanya.
Tapi sebagai layaknya manusia biasa yang tak punya bunga dan punya harta, mengeluh itu tetap ada lah sesekali hehehe….. Yaaaa mungkin karena faktor lelah juga sih. Belum lagi kalau ingat kejadian-kejadian konyol, aneh, lucu, dan beberapa musibah yang juga agak lucu wkwkwkwk. Semuanya tetap bisa dijalanin dengan hebring….. ehh tapi beneran loh, musibahnya itu agak lucu. Yaa bukannya mau tertawa diatas penderitaan orang lain sih…. tapi ketika melihat teman terjatuh berkali-kali karena hal yang sama, mobil yang masuk ke lobang setelah ngomong yang nggak baik, tragedi of “Muntah Kuning”, tangan keseleo, kaki terkilir, jatoh ketindis motor, ditambah lagi sempat hampir jatuh karena terlalu PD ngelewatin jalanan berlumpur dengan kecepatan yang tinggi dan berbonceng 3, agak-agak lucu serem gitu sih jadinya.

Terus sisi negatifnya?????
Banyak juga sih kalau nggak salah, mulai dari harus buang air sembarangan, ngomongin yang kurang baik dibeberapa kesempatan, ada barang-barang yang ketinggalan, rusak, bahkan hilang tak berwujud, salah perhitungan mengenai penyediaan stok makanan dan minuman, dan beberapa kali keceplosan buang mantan (eiitsss, sampah maksudnya) yang tidak pada tempatnya. Ohhh iyaaa 1 lagi, CINLOK. Ini juga nilai negatif guys. Kenapa negatif???? Karena bisa membuat iri bagi para Jomblowan dan Jomblowati yang melihatnya. Yaaaaa Nasiibbb ndroooo……

Nahh yang begini-gini kan bisa kita jadikan pelajaran yang harus dibenahi kalau dikemudian hari bakal ketemu momen yang beginian lagi. Dan semoga ketika akan nemuin kisah perjalanan baru lagi, semuanya bisa lebih seru dan berasa lagi. Aamiin…..
Okeee…. Sisi positif udah, sisi negatif udah kita bahas. Tapi masih ada 1 sisi lagu nih guys….. Apaan yok?? Ada yang tau kah??? Hitung sampai 3 yaaa, kalau nggak ada yang bisa jawab baru dikasih tahu.
Satu
Dua
Tiga
Yaaaa anda benar…. Yang belum terbahas adalah sisi Gaibnya.
Huhuhuhuuuuu serem kali laay…..
Yaaa namanya juga alam terbuka, tempat-tempat yang belum terjamah, apalagi kita bukan warga setempat yang kenal situasi dan cerita disana. Hmmm….. jadi agak-agak merinding loh ini nulisnya. Apalagi sekarang sudah tengah malam, duduk diruang tamu yang gelap, sendirian. Hmmm….. adakah yang mau nemanin??? Nemanin sampai rambut hitam ini tua memutih wkwkwkwk #ndakurus
Ada beberapa momen ganjil yang kami temukan. Ehh berdua aja sih, karena nggak nanyain ke yang lain. Yaa kali aja beberapa diantara mereka juga ada yang ngalamin tpi nggak mau cerita gitu.
Berikut adalah momen-momen janggal yang Aku dan dia temuin, ciiieeeee dia. Sapaatuhhhh….. arggghhh Nadak urus wkwkwkwk.
Ini dia :

1. Melihat semacam kamera ditengah hutan, liatnya sih waktu malam hari. Ketika kami berjalan menuju perkebunan karet gitu. Yakin banget sih kalau itu kamera, karena sempat berhenti untuk ngeliatin itu doang. Tapi yaa buat apa ada kamera ditengah hutan?  Duhhh entahlah itu beneran kamera atau sesuatu yang menyerupai untuk mengawasi perjalanan kami di malam hari itu

2. Berpindah tempat tidur, ada perubahan letak posisi tidur dari saat tidur sampai bangun. Dan perubahan posisi itu sangat signifikan loh. Dari ujung keujung, bahkan sebaju-bajunya pun berubah ketika ngeliat sebelum tidur dan pas bangun tidur. Duhhhh merinding euuyy……

3. Nama yang dipanggil berbisik (2x) saat menuruni bukit untuk pergi kesungai demi merasakan segarnya mandi setelah 2 hari nggak mandi. Ada suara tapi nggak ada wujud, apa nggak seram brooo….
4. Momen ketika melihat sosok yang tak beraturan didekat lampu gantung di kamar, waahh seriusan ini nulisnya sambil merinding loh. Nggak tau dah itu apaan.

Huuuffttttt….. lumayan serulah yaa untuk diceritakan ke orang-orang.
Begitulah kisah cerita tentang hari ini. Seru, seru, dan seru banget terasa. Semuanya terasa lebih berarti ketika bisa berada didekatnya lebih lama daripada biasanya (didekat alam terbuka ya, jangan salah sangka dulu brooo).
Dan semoga dari semua proses yang kami lewati, bisa melahirkan kualitas pencapaian yang maksimal dari pekerjaan yang kami lakukan selama 3 hari disana.
THANKS FOR READING ALL.
Semoga bermanfaat, menginspirasi, dan sedikit mampu membunuh waktu untuk tidak memikirkan dia yang sudah menyakiti kalian.
Satu pesan terakhir….. “Cintailah Alam, maka semesta akan membalasnya itu untukmu….”