Rabu, 05 Desember 2018

Ratusan Purnama #PUISI

Senja telah datang. . . . .   benar-benar datang
Tapi disampingku masih terlihat debu yang belum kau bersihkan
Kian merapat mencoba naik kesinggasanaku
Dimana ada peraduan hati yang berjuang untuk tak beku
Segenap kululurinya dengan kehangatan sujud ditengah malam
Berproses tenang untuk mengirim pesan sampai ke Arsy-Nya
Entah agar kau hilang atau agar engkau kembali datang
Kupercayakan saja pada sang pencipta rasa

Senja telah datang. . . . .
Perlahan menutup sinar yang tadinya terang
Berjalan lambat untuk menggantikan tugas sang siang
Dan kulihat dari kejauhan. . . . .   sepertinya itu adalah hati yang barusan kau buang
Lalu kunikmatilah setiap jengkalan kasih yang memang bukan sembarang
Terpatri hebat atas kekuatan sang pencipta rasa untukmu yang jauh ditanah seberang

Temaram langit kian mencekam
Menyisakan tetes asa di penghujung jalan
Bercampur pesan darimu sebagai penghantarku bersandar di tiang keyakinan
Bukankah kau yang mengajarinya?????
Untuk tak mengejar hati sesama insan. . . . .
Dan pada tiang itulah aku berpegang
Agar mampu menunggu dan tak tersungkur raga ini bila purnamamu baru akan datang di hari terakhirnya
Meskilah itu ratusan purnama yang akan kau pinta
Sekalipun ternayata semua itu bukanlah untukku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar