Selasa, 04 Desember 2018

Yang Terakhir Dihatinya

#CERPEN
Setelah lama kali nggak nulis cerpen, maaf bahasanya agak belepotan yes..... hehehe
Semoga terhibur, selamat membaca.....

Hmmmm.....
Satu senyuman itu ternyata cukup mampu meruntuhkan dinding hati yang lama beku.
Senyum yang sebenarnya baru sekali dilihat oleh Risky. Senyum yang membuatnya teralihkan dari semua fikirannya kala itu.
Ditatapnya dalam dan tajam gadis mungil berambut lurus yang tepat ada dihadapannya. Dihembuskannya nafas perlahan seakan tak ingin siapapun menyadari bahwa ia sedang menghela nafas yang dalam tadinya.
Entah seperti apa pastinya yang dirasakan Risky saat itu, seperti ada keyakinan bahwa ia akan jatuh hati pada gadis tersebut nantinya. Seperti ada sebuah bisikan kecil dari Tuhan tentang bagaimana cerita selanjutnya bersama gadis itu.
"Jangan lagi Tuhan.....", fikir Risky dalam hati.

Rina namanya, seorang gadis berparas riang dengan behel yang menghiasi giginya. Dan senyuman dari bibir mungilnya itu pula yang mampu membuat jantung Risky berdegup kencang tak beraturan, meskipun itu adalah pertama kalinya Risky dengan Rina bertemu.
Berawal dari sebuah komunikasi di sosial media yang membahas tentang komunitas. Dimana pertemuan itu bertujuan untuk membahas tentang komunitas yang ingin diikuti oleh Rina, dan kebetulan Risky adalah salah satu orang yang juga ada didalam komunitas tersebut. Maka terjadilah pertemuan itu disebuah cafe kecil yang menjadi langganan Risky.

Risky adalah seorang pemuda yang menjadi aktifis pemerhati lingkungan. Berbekal ilmu yang didapat dari teman-temannya dan pengalamannya saat mengikuti kegiatan bertemakan lingkungan, Risky merupakan salah satu pemuda yang berprestasi dan membanggakan.
Risky adalah salah satu contoh kecil, dari sekian banyak contoh kehidupan keras yang dijalani manusia pada umumnya. Sepeninggal sang Ayah, Risky mewarisi tahta sebagai kepala keluarga dirumahnya. Menghidupi wanita renta yang tak lain adalah Ibunya, dan 2 adik laki-laki yang masih sangat membutuhkan bimbingan dari kepala keluarga.Tapi kerasnya kehidupan tersebut tak membuatnya hilang arah dan patah semangat, justru itulah yang menjadi alasan kuat Risky untuk terus membuka mata setiap harinya.


                                       *****

Dengan perlahan dan detail Risky menjelaskan pada Rina tentang komunitas tersebut, sembari sesekali dicobanya untuk tidak terlalu dalam menatap mata Rina. Ada kekhawatirannya Rina akan mampu membaca kecanggungan yang sedari tadi Risky sembunyikan. Itulah Risky, yang terlalu mahir dalam menyembunyikan apa yang dirasakan.
Lain hal yang disampaikan oleh Risky secara lisan, lain pula yang ada di benaknya. Banyak sekali pertanyaan, dan bisikan-bisikan yang seakan mencoba merasuki otaknya. Seperti mencoba memperlihatkan terawangan jauh yang akan terjadi dalam cerita selanjutnya.
Ada rasa takut..... khawatir, dan bingung bila nanti yang difikirkannya akan benar terjadi.
Risky takut akan jatuh hati pada Rina nantinya.....
Obrolan singkat melalui sosial media yang sebelumnya pernah mereka lakukan itu sebenarnya telah melahirkan rasa penasaran terhadap Rina. Yang membuat Risky ingin mencari tahu seperti apa Rina dan kehidupannya secara garis besar. Kesimpulan pun didapatnya, kesimpulan bahwa Rina sudah memiliki kekasih. Dan inilah yang membuatnya khawatir bila nanti jatuh cinta. Dan sungguh tak ingin ia mengalami hal yang sama seperti yang sudah-sudah. Ketika ia harus mencintai wanita yang sudah memiliki kekasih, dan di perjalanan berikutnya ia harus berhenti melangkah untuk mematahkan hatinya sendiri dan membiarkan wanita yang dicintainnya itu pergi meninggalkannya.
Yaaaa..... Risky takut jatuh dalam lubang yang sama.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, Risky harus segera beranjak. Diakhirinya obrolan panjang itu dengan sedikit kelegaan. Setidaknya jantungnya bisa kembali berdetak normal, tidak seperti saat berhadapan dengan Rina tadi.
Dilihatnya Rina yang terus melangkah menjauh untuk menyeberang jalan dan menunggu angkutan umum. Sedangkan Risky terus menatap dari kejauhan sembari menyiapkan motor kesayangannya, Risky masih tak percaya dengan perasaan aneh yang dirasakannya saat itu.
"Jangan lagi Tuhan.....", Kembali Risky mengucapkan permohonan itu di dalam hatinya.
Senja kini sudah tersamarkan oleh pekatnya langit saat itu. Risky beranjak pulang, pulang dengan berjuta rasa gundah yang kembali bangkit di hatinya.


                                       *****

Waktu terus berlalu, semua berubah dengan tegasnya. Perasaan, perhatian, pendirian, dan ada rindu terselip disetiap harinya.
Kekhawatiranpun terjadi, ia jatuh cinta pada Rina.
Seringnya mereka bertemu saat ada agenda komunitas, semakin membuat Risky mabuk cinta bukan kepalang. Semakin menjadi pula keinginannya untuk mengungkapkan perasaanya pada Rina.
Ada setitik harapan yang terlihat menurut Risky, dari cara komunikasi, tatapan, bahkan tak jarang mereka jalan berdua membunuh waktu dengan gelak tawa. Lalu bagaimana dengan kekasih Rina????? Terkadang pertanyaan itu datang menghantui batin Risky. "Arrghhh biarlah....." ucap Risky dalam hati disetiap fikiran itu datang menghampiri.
Sampai tibalah hari itu.....
Hari dimana Risky tak kuasa menahan mulutnya untuk tak mengucapkan perasaanya.
Seperti bergemuruh dalam raganya, begitu cepat jantung memompa darah disekujur tubuhnya, seakan melayang tubuhnya kala mendengar bahwa Rina juga menyayanginya.
Lalu bagaimana dengan kekasih Rina????? kembali fikiran itu hadir.
Ditanyakannyalah kepada gadis mungil dihadapannya tersebut, dan Risky pun tersontak kaget ketika Rina menceritakan kisah percintaannya dengan kekasihnya tersebut. Ternyata memang Rina sudah sangat ingin mengakhiri hubungannya sedari lama. Tak sedikit sakit hati yang didapat Rina atas hubungan itu. Bahkan Rina pun pernah mendapatkan kekerasan fisik dari sang kekasih.
"Lalu????" Tanya Risky pada Rina.
"It's Over", jawab Rina sembari tersenyum manis.
Risky menengadahkan kepalanya menatap langit gelap yang masih menurunkan air dengan derasnya.
"Terima kasih Tuhan, kau dengar dan kabulkan doaku, akan kujaga amanat ini", bisik Risky dalam hati.
Tanpa ada rasa khawatir lagi pada hujan yang masih setia menemani, merekapun berlari menuju kendaraan yang mereka gunakan dan bergegas pergi bersama ribuan tetes air hujan yang dalam waktu singkat sudah membuat mereka basah sebasah-basahnya. Hujan yang ternyata membawa kebahagiaan bagi mereka di malam itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar