Jumat, 21 Maret 2014

Cape Sih Tapi Seruu Eeehhhh....

Satu bulan terakhir ini terasa begitu berat...
Banyak kegiatan yang harus dijalanin, banyak cobaan yang mesti dilewatin, dan banyak tugas yang harus dikerjain.
Dari tugas untuk membuat tarian untuk Duta Wisata Manuntung Balikpapan, menyiapkan lagu Mars Duta Wisata, Membuat konsep musikalisasi puisi untuk perform kontingen Balikpapan pada Jambore Pemuda Daerah, ditambah lagi latihan-latihan rutin serta job tarian dan musik tradisional.
Tapi itulah tugas seorang pelaku seni, sebanyak apapun itu, tetap harus dijalani.
Karena seni bukan hanya sekedar dijadikan hobby ataupun kegiatan rutin. Tapi seni adalah jiwa bagiku. Jiwa yang memang sudah tertanam didalam ragaku sejak lama.
Satu persatu tugas dapat aku laksanakan dengan baik, hari demi hari yang berat terus aku lewati.
Kelelahan, letih, bahkan sakitpun harus aku terima. Dan dengan semangat dari jiwa tadi, satu patah keluhanpun tidak terucap dari mulutku. Justru membuatku semakin tertantang untuk terus meniti karir dan melebarkan sayapku didunia seni.
Beberapa cobaan datang menghampiri, seakan ingin menguji niat, kekuatan, serta keteguhanku.
Meski tak mudah, tapi Alhamdulillah itu semua bisa teratasi.
Dari krisis keuangan, masalah dalam keluarga, sampai beberapa cekcok yang terjadi bersama rekan-rekan kerjaku.
Dibalik itu semua ada beberapa hal baru yang menurutku cukup menarik.
Yang pertama adalah tentang kaum hawa bertubuh mungil yang selalu ceria dihadapan dunia.
Eeeiitsss.... bukan si Meonk, tapi ini tentang Grace. Asti Grace Olivia Napitupulu, itulah makhluk ciptaan Tuhan yang kini tengah dikagumi oleh salah satu rekan sesama Duta Wisata. Sebut saja inisialnya Chris, hahahahaa.....
Ngga tau kenapa, padahal hujan badai aja engga lagi nongol di Balikpapan. Tapi si Chris ini selalu nyebutin nama Gege, Gege, dan Gege.
Membuat aku semakin tertantang untuk mencari tahu. Ternyata ehh ternayata.... hahahahahaa jadi susah mau nulisnya.
Intinya yaa itu, pasti ngertilah apa maksydnya.
Jadi ga usah dijelasin lagi yaaaa..... hahahahaaa.
Besok itu hari sabtu, besok itu lomba Tata upacara di lapangan tenis indoor kantor Disporabudpar.
Besok itu Smansa bakal menjadi salah satu pesertanya, dan besok itu  si Gege bakal jadi salah satu yang tergabung untuk mewakili Smansa pada ajang lomba tata upacara itu, dan so sweetnya lagi neh.... si pria berinisial Chris bakal ngeluangin waktu untuk nonton si Gege.
Uuulaaallaaaaa...... apakah yang akan terjadi pemirsa sebangsa dan setanah air ????
Kita tunggu hasilnya.....

Selasa, 18 Maret 2014

DENGAN APA AKU MEMBALAS

Bu, aku minta uang untuk beli jajan dong, tadikan sudah bantu ibu masak. Spontan lalu ibuku pun memarahiku. Semenjak kecil aku memang dibatasi untuk uang jajan, meskipun dikasih pasti ibuku bilang
”Untuk ditabung saja! Ngapain jajan terus yang penting sudah makan”.

Dulu ketika aku masih duduk di bangku SMP, aku merasa ibu hanya perduli dengan kakak saja. Apapun yang aku ingin kan tak pernah ibu turuti dengan mudah. Kadang terbesit dipikiranku ibuku pelit ! Aku iri dengan temanku yang selalu bercerita kalau ia baru saja dibelikan baju oleh ibunya, habis pergi kesalon bersama ibunya, dan masih banyak hal yang sering membuatku iri. Dulu aku hampir tak pernah punya cerita tentang ibuku. Apapun yang aku inginkan selalu aku beli dengan uangku sendiri. Bu, aku ingin baju itu. Bu, aku ingin sepatu itu, tas itu, topi itu. Kata-kata itu hampir tak pernah ia hiraukan. Bahkan ia memarahiku ketika aku mulai meminta ini itu.
Setiap akan pergi ke sekolah ibuku memberiku uang saku 7000 hingga 10000. Itupun masih harus aku tabungkan dicelenganku setiap pulang sekolah. Pikirku, aku punya tabungan juga untuk apa, nantinya aku ambil untuk beli kebutuhanku sendiri. Dan kaleng peot itu menjadi tempat penyimpanan uangku yang paling aman. Ya ibuku membuatkanku celengan dari kaleng bekas.

“Bu, kenapa tidak ibu belikan aku celengan yang bagus seperti temanku?”. Celengannya lucu berbentuk kucing. Untuk apa nantinya juga kamu hancurkan, manfaatkan barang yang masih bisa dimanfaatkan. Ibu kan sudah buatkan kamu celengan dari kaleng” Jawab ibuku sembari menyapu diruang tamu. Lagi lagi aku berpikir ibuku pelit !

Waktu itu penerimaan raport kelas 10 ( SMA) dengan senyum raut wajah yang bahagia ibuku keluar dari kelas, ia memberitahu bahwa aku dapat peringkat 1, bahagia nya aku. Begitu sampai diambang pintu rumah, aku bilang kepada ibuku, “Bu sebagai hadiah belikan handphone yah bu, yang ini sudah rusak, ini juga aku beli sendiri. Normi juga sudah dapat rangking 1”. Aku berpikir dalam hati. Aku yakin ibuku akan membelikan ku handphone. Tapi ternyata aku salah, lagi-lagi aku dimarahi.

“Untuk apa kamu dapat rangking pertama kalau kamu minta hadiah? Pintar untuk siapa? Untuk kamu sendiri. Kalau ingin handphone ya nabung mulai dari sekarang”.
“Kenapa sih kan aku cuma minta dibelikan handphone, temanku rangking 4 saja dibelikan handphone. Yang tidak rangking saja dibelikan ini itu”, jawabku dengan nada tinggi.

Entahlah kenapa ibuku selalu bilang demikian, memang menabung itu bagus tapi aku juga ingin dibelikan. Setidaknya uang tabunganku ingin aku simpan hingga entah kapan.

Tapi kini, setelah hidupku jauh dari ibu, aku mulai merenungkan semua hal yang telah ibu ajarkan kepadaku. Sekarang aku sangat mencintai ibuku bahkan aku anggap ibuku sebagai ibu yang luar biasa. Bisa mendidikku dengan sabar hingga akhirnya aku mengerti kenapa ibuku melakukan semua itu.

Seperti yang aku kutip dari syair lagu IBU milik Iwan Fals
Lewati rintangan untuk aku anakmu
Ibuku masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
“Dengan apa aku membalas “IBU”

Bersyukur terlahir dari rahim seorang ibu yang tangguh dan hangat sepertinya. Ia adalah Wonder Women di keluargaku. Selama 9 bulan aku bernafas didalam perut ibu, dan pada saat itu juga segala keperihan, kesusahan yang ibu alami, dengan tangguh dan sabar ia jalani. Hingga aku pun terlahir ke dunia fana ini.

Ibu maafkan aku. Betapa perdulinya ibu, tapi dulu aku menganggap bahwa ibuku pelit, mengapa bisa aku berpikir demikian, betapa bodohnya aku. Aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya.

Uang sakuku dulu yang hanya 7000-10000 sekarang mengajarkan aku untuk menghargai seberapapun uang yang aku miliki harus aku gunakan sebaik-baiknya. Dan uang yang dulu aku miliki, itupun milik ibu, yang ibu dapatkan dari bekerja susah payah ia mendapatkan uang, aku hanya bisa meminta dan menghabiskan.

Celengan kalengku mengajarkan, untuk memanfaatkan apapun yang masih bisa digunakan untuk tetap bisa dimanfaatkan, mengutamakan apa yang aku butuhkan bukan yang aku inginkan. Kebiasaanku menabung yang dulu membuatku menjadi beban, tapi kini aku terbiasa menabung. Ini mengajarkan aku untuk tidak boros, tidak menghambur-hamburkan uang dengan membeli sesuatu yang tidak perlu dan dengan tabungan ini aku bisa memperhitungkan apa saja jika ada pengeluaran yang tak terduga.

Waktu aku rangking 1 minta dibelikan handphone dan ibuku marah, sekarang aku bisa berpikir aku pandai untuk siapa? untukku sendiri, ilmu yang aku dapatkan ini untuk bekalku kedepan, orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anaknya. Anaknya pintar itu suatu hadiah untuk orang tua. Orang tua mana yang tidak bangga jika anaknya pandai? Orang tua mana yang tidak mendoakan anaknya setiap saat setiap waktu.

Handphone itu, mengajarkan aku selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang aku mau dengan usahaku sendiri. Aku harus berusaha, tidak boleh bergantung kepada orang lain. Siapa yang menjalani hidup ini kalau bukan diriku sendiri, apa jadinya jika aku terus bergantung dengan ibu. Ibu, pastinya tak akan selalu bersamaku.

Ibu maffkan aku, terimakasih ibu, kau telah mengajarkan aku banyak hal. Hidupku sekarang lebih baik dari yang dulu, sekarang aku mengerti semua yang dulu ibu ajarkan bermanfaat untukku sekarang dan mengerti apa artinya bersyukur.

Betapa bersyukurnya aku mempunyai ibu yang sangat menyayangiku. Ingin rasanya terus disisinya memeluknya setiap waktu. Kini setelah aku sadar Tak ada seorangpun ibu yang tak menyayangi anaknya. Tak perduli berapa kali aku membuat ia marah, dengan cara apapun ia akan tetap menyayangiku. Guru terbaik ialah ibu, dokter terbaik ialah ibu. Karena naluri seorang ibu tak akan pernah hilang.

Sudahkan kamu meminta maaf kepada ibu mu ? sudahkah kamu bersyukur dengan apa yang kamu miliki sekarang? Sudahkah kamu berusaha untuk apa yang kamu inginkan? Kini aku terus mengingat pertanyaan-pertanyaan itu, agar aku selalu ingat apa yang telah ibu ajarkan kepadaku.

Jumat, 14 Maret 2014

Sampai Akhir #Lagu

Kasih ku berjanji s’lalu menemani
Saat kau bersedih saat kau menangis
Akan ku jaga segenap cinta yang ada untukmu

Selama nafasku masih berdesah
Dan jantungku masih memanggil indah namamu
Takkan pernah hati ini mendua
Sampai akhir hidup ini

Kasih ku berjanji s’lalu menemani
Saat kau bersedih saat kau menangis
Akan ku jaga segenap cinta yang ada
Percayalah…. Satu cintaku untukmu
Selama nafasku masih berdesah
Dan jantungku masih memanggil indah namamu
Takkan pernah hati ini mendua

Sampai akhir hidup ini

Selasa, 25 Februari 2014

DERMAGA

Dermaga….  Begitulah tempat ini kusebut. Sebenarnya bagi segelintir orang ini hanyalah pelabuhan biasa, namun bagiku merupakan sebuah tempat yang penuh sejarah dan nilai-nilai tersendiri. Tempat yang dulunya tidak terlalu ramai dikunjungi, kini seiring berjalannya waktu sudah menjadi tempat pilihan untuk bersantai dan tongkrogan kaula muda. Sebuah pertanyaan pernah diajukan kepadaku, kenapa aku menyebut ini dermaga dan bukan pelabuhan. Karena dulu saat aku pertama ketempat ini, aku banyak menyaksikan adegan-adegan perpisahan yang cukup mengharukan yang dilakukan oleh para penumpang kapal dengan keluarganya, sahabat, kekasih, atau siapapun itu dan pada saat itu proses terjadinya adalah sebelum penumpang menaiki kapal. Ada airmata, isak tangis, pelukan, jabat tangan, dan hal sedih lainnya yang kulihat. Seakan benar-benar pergi jauh, berhari-hari, dan tak tahu kapan akan kembali lagi. Seperti itulah gambaran saat aku kesana, dan yang aku tahu hal tersebut sering terjadi di lingkup dermaga (pelabuhan kecil). Dan semenjak itulah aku menamainya dengan sebutanku sendiri yaitu “Dermaga”.

Aku mengenal tempat ini sejak aku masih kecil, Almarhum Papahku yang sering mengajakku kesini. Dan beliau menjadi yang pertama yang kuingat bila aku datang ke dermaga.
Entah berapa ratus kali aku duduk disana, entah berapa momen yang aku lihat disana, entah berapa inspirasi yang kutemukan disana. Tempat ini begitu nyaman bagiku, mampu menahanku untuk duduk berjam-jam lamanya. Dengan pemandangan laut yang samar-samar terlihat, kelap-kelip lampu yang dipancarkan oleh kapal-kapal, langit yang terlihat begitu luas, serta bintang-bintang yang menghiasinya. Semuanya terasa mampu untuk memberikanku kedamaian.

Banyak sekali orang-orang yang ingin aku ajak kemari sekarang, dan satu diantaranya adalah Papah. Ingin sekali aku mengenang saat dimana ia mengajakku beberapa tahun yang lalu. Menceritakan bagaimana indahnya saat itu…. Sayang aku tak sempat mewujudkan itu semua.  Allah lebih dulu memanggilnya sebelum aku sempat mengajaknya kesana. Tapi dimanapun beliau berada sekarang, tempat ini akan selalu menjadi kenangan bersamanya. Tempat yang akan kudatangi juga bersama anak-anakku nanti. Persis seperti apa yang pernah Papah lakukan terhadap anak-anaknya…..

Jumat, 14 Februari 2014

Apa Sih Tugas Duta Wisata Itu?

Secara singkatnya, arti duta wisata sudah bisa kita ketahui.
Duta yang berarti tokoh / icon, dan wisata yang berarti segala hal yang berhubungan dengan kepariwisataan.
Dan bila digabungkan, Duta Wisata bisa diartikan sebagai Tokoh yang menjadi icon dalam masyarakat yang memahami benar segala aspek dalam pariwisata, baik obyeknya maupun subyeknya.
Duta wisata memiliki beberapa fungsi penting, diantaranya :
1. Menjadi pelopor dalam masyarakat akan pentingnya sadar wisata
2. Menjadi salah satu faktor dalam kemajuan dunia pariwisata
3. Menjadi media promosi pariwisata
4. Menjadi sarana dan prasarana masyarakat untuk mengenal segala hal dalam pariwisata

A. Duta Wisata Sebagai Pelopor Masyarakat
     Seorang duta wisata harus bisa mempelopori atau mengajak masyarakat untuk mengerti dan memahami akan pentingnya  pariwisata. Karena akan ada banyak hal nantinya yang bisa didapat suatu daerah dari bidang pariwisata. Berbagai hal positif nantinya akan diperoleh bila masyarakat bisa ikut berperan aktif dan salah satunya adalah tugas dari duta wisata tersebut akan terbantukan oleh para masyarakat agar pariwisatanya bisa dikenal oleh masyarakat umum. Karena semakin banyak pihak yang membantu mempromosikan, maka akan semakin besar pula persentase kemungkinan hal demikian bisa terjadi.

B. Duta Wisata Sebagai Salah Satu Faktor Kemajuan Pariwisata
    Duta wisata memiliki peran cukup penting bagi kepariwisataan. Dengan cara mempromosikan obyek-obyek wisata lewat berbagai media, itu dinilai cukup efektif untuk menarik sejumlah wisatawan untuk datang ke daerahnya tersebut.

C. Duta Wisata Sebagai Media Promosi
    Duta Wisata memang memiliki tugas yang sangatlah besar. Kemanapun ia berpergian, ia pun berkewajiban untuk tetap mempromosikan dan mensosialisasikan potensi-potensi yang ada di daerahnya. Dan dengan fungsinya sebagai media tersebut, duta wisata harus menguasai benar atas apa saja yang ada didaerahnya tersebut.

D. Duta Wisata Sebagai Prasarana Masyarakat
    Masih berkaitan dengan tiga sebelumnya, duta wisata juga harus bisa menjadi penghubung dan prasarana bagi masyarakat. Dengan demikian, hal-hal yang tidak diketahui oleh masyarakat bisa langsung ditanyakan kepada duta wisata untuk kejelasannya. Dengan berbagai sosial media yang sudah banyak sekali, masyarakat pasti lebih mudah untuk bisa berkomunikasi dengan para duta wisata.

Itulah beberapa hal yang saya ketahui tentang tugas dan fungsi dari duta wisata....
Salam pemuda nusantara....