Minggu, 19 Juli 2020

KESEMPATAN

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.... Para sahabat setia blogger.
Kembali harus mengucapkan long time no see ya... Hehehe.
Soalnya ditengah pandemi begini malah jadi jarang nulis karena harus ngeside job gitu demi menafkahi kebutuhan rumah tangga dirumah. Duhhh semi semi curhat nih sebagai salah satu yang terdampak si Covid wkwkwk....
But gaes.... Tetap jadi pribadi yang strong yaa meski ujian melanda. Tetap Tawakal, Ikhtiar dan jangan pernah berhenti berdoa untuk meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Okeeeyy.... And now kita kembali pada tema pembahasan kali ini. Soalnya mumpung lautnya lagi cantik-cantiknya, jadi ide nulisnya kaya lancar gitu men.... 😛.

Jumat, 22 Mei 2020

PATAH

Saat mendung hadir kala pelangi tengah bersenandung
Menancaplah deras hujan tanpa perduli posisi mentari
Seakan tersingsing mahkota indah dari singgasana rapuh
Mewujudkan bercak hitam di tembok ratam putih
Sampai menyendu jiwa membalut agar tetap bersinar
Berulang hingga malam

Jahatkah dunia hingga goresan kembali tertera
Melebar menguak tabir nyata yang entah apa maksudnya
Pernah lebih terluka, tapi tak pernah seberharap ini
Luapkan nada minor yang entah apa maksudnya

Sabtu, 18 April 2020

Senandung Perpisahan

Hampir aku hilang saat gelap menghampiri
Kala kucoba berlari mengejar angan yang sebenarnya tak pasti
Menerawang jauh mendapati hati yang telah bertuan
Masihlah kini kuberlari...

Senja yag pernah mengajarkanku sebuah arti
Dimana dunia tak selamanya akan terang
Masih ada hal yang mampu membuatnya gelap
Takdir
Sudah menjadi takdir bagi senja untuk meredupkan terangnya matahari menjadi langit malam
Kaukah senja itu???

Bila Tiba


Sebuah pengharapan terlahir dari sebuah pertemuan
Seakan takdir mulai menampakkan wujudnya
Menantikan detik yang berlalu lambat didalam kesendirian
Memetik kasih yang mungkin akan segera diberikan Tuhan
Namun takdir belum memutuskan
Seonggok keanggunan yang ditawarkan ternyata hanyalah sebuah belati
Menciptakan luka kecil dan menghadirkan perih yang mendalam
Dan menjadikan sebuah harapan menjadi asa yang tak bermakna
Kuyakinkan dalam hati...

Surga Dikakimu


280 hari bukanlah waktu yang singkat
Beban yang kuberikan seakan begitu mudah kau jalani
Kekuatan hati dan kasih sayang menjadi penopang
Atas semua kesakitan dan keluh kesah selama mengandungku
Didasari keikhlasan kau menjagaku
Dilandasi kelembutan kau merawatku di rahimmu
Menjadikanku seonggok daging yang siap melawan dunia
Memberikanku pembekalan dari semua sifat mulia yang kau miliki