Hampir aku hilang saat gelap menghampiri
Kala kucoba berlari mengejar angan yang
sebenarnya tak pasti
Menerawang jauh mendapati hati yang telah
bertuan
Masihlah kini kuberlari...
Senja yag pernah mengajarkanku sebuah arti
Dimana dunia tak selamanya akan terang
Masih ada hal yang mampu membuatnya gelap
Takdir
Sudah menjadi takdir bagi senja untuk
meredupkan terangnya matahari menjadi langit malam
Kaukah senja itu???
Atau kaulah matahari yang teredupkan untukku??
Semoga kau bukan menjadi gelapnya langit malam
yang mampu membuatku buta dalam langkah
Goresan mana yang tak tinggal diingatanku
Kala kita berdua tengah menggenggam pena
kehidupan
Dan sedikit menuliskan cerita kita pada sebuah
buku perjalanan
Buku perjalanan hidup milikku yang telah lama
usang dan berdebu
Pada sebuah cerita yang telah lama menghilang
Hingga kutemukan dirimu dengan senyum
keindahan
Senyum yang sesaat lalu telah kusadari
bukanlah untukku
Meski masih kusematkan senyum itu sebagai
penghias disetiap menitku
Terpakulah aku tak mampu pergi dan tak ingin
kembali berlari
Aku tetap disini
Untukmu wanita dengan hangat peluk yang masih
kurasa
Lanjutkanlah cerita cinta yang sudah jauh kau
tulis
Kudapati pena tadi sudah tak ada ditanganku
Berganti angin kosong dan memori saat kita
pernah saling menggenggam
Aku akan tetap disini berdiri melihatmu
bahagia
Dengan tanganku yang selalu kutengadahkan
keatas demi berdoa untukmu
Sampai mungkin sang pencipta cinta akan
mengambil cinta tulus untukmu
Cinta tulus yang selalu menjadi doa untuk bisa
bersamamu
Untuk bisa bersamamu
Bersamamu.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar