Sabtu, 18 April 2020

Senandung Perpisahan

Hampir aku hilang saat gelap menghampiri
Kala kucoba berlari mengejar angan yang sebenarnya tak pasti
Menerawang jauh mendapati hati yang telah bertuan
Masihlah kini kuberlari...

Senja yag pernah mengajarkanku sebuah arti
Dimana dunia tak selamanya akan terang
Masih ada hal yang mampu membuatnya gelap
Takdir
Sudah menjadi takdir bagi senja untuk meredupkan terangnya matahari menjadi langit malam
Kaukah senja itu???

Atau kaulah matahari yang teredupkan untukku??
Semoga kau bukan menjadi gelapnya langit malam yang mampu membuatku buta dalam langkah

Goresan mana yang tak tinggal diingatanku
Kala kita berdua tengah menggenggam pena kehidupan
Dan sedikit menuliskan cerita kita pada sebuah buku perjalanan
Buku perjalanan hidup milikku yang telah lama usang dan berdebu

Pada sebuah cerita yang telah lama menghilang
Hingga kutemukan dirimu dengan senyum keindahan
Senyum yang sesaat lalu telah kusadari bukanlah untukku
Meski masih kusematkan senyum itu sebagai penghias disetiap menitku
Terpakulah aku tak mampu pergi dan tak ingin kembali berlari
Aku tetap disini

Untukmu wanita dengan hangat peluk yang masih kurasa
Lanjutkanlah cerita cinta yang sudah jauh kau tulis
Kudapati pena tadi sudah tak ada ditanganku
Berganti angin kosong dan memori saat kita pernah saling menggenggam
Aku akan tetap disini berdiri melihatmu bahagia
Dengan tanganku yang selalu kutengadahkan keatas demi berdoa untukmu
Sampai mungkin sang pencipta cinta akan mengambil cinta tulus untukmu
Cinta tulus yang selalu menjadi doa untuk bisa bersamamu
Untuk bisa bersamamu
Bersamamu.....

 Samarinda, 8 Juli 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar