Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.... Para sahabat setia blogger.
Kembali harus mengucapkan long time no see ya... Hehehe.
Soalnya ditengah pandemi begini malah jadi jarang nulis karena harus ngeside job gitu demi menafkahi kebutuhan rumah tangga dirumah. Duhhh semi semi curhat nih sebagai salah satu yang terdampak si Covid wkwkwk....
But gaes.... Tetap jadi pribadi yang strong yaa meski ujian melanda. Tetap Tawakal, Ikhtiar dan jangan pernah berhenti berdoa untuk meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Okeeeyy.... And now kita kembali pada tema pembahasan kali ini. Soalnya mumpung lautnya lagi cantik-cantiknya, jadi ide nulisnya kaya lancar gitu men.... 😛.
Tidak merasa lebih baik atau benar, dan bukan mengajarkan. Tak lebih dari mengingatkan pada diri sendiri dan sekitar. Berbagi pelajaran kecil, motivasi, dan cerita yang terinspirasi dari pengalaman, kegiatan, peristiwa, ataupun kejadian-kejadian yang dialami oleh orang-orang disekitar. Bismillah, semoga bermanfaat.....
Minggu, 19 Juli 2020
Jumat, 22 Mei 2020
PATAH
Saat mendung hadir kala pelangi tengah bersenandung
Menancaplah deras hujan tanpa perduli posisi mentari
Seakan tersingsing mahkota indah dari singgasana rapuh
Mewujudkan bercak hitam di tembok ratam putih
Sampai menyendu jiwa membalut agar tetap bersinar
Berulang hingga malam
Jahatkah dunia hingga goresan kembali tertera
Melebar menguak tabir nyata yang entah apa maksudnya
Pernah lebih terluka, tapi tak pernah seberharap ini
Luapkan nada minor yang entah apa maksudnya
Menancaplah deras hujan tanpa perduli posisi mentari
Seakan tersingsing mahkota indah dari singgasana rapuh
Mewujudkan bercak hitam di tembok ratam putih
Sampai menyendu jiwa membalut agar tetap bersinar
Berulang hingga malam
Jahatkah dunia hingga goresan kembali tertera
Melebar menguak tabir nyata yang entah apa maksudnya
Pernah lebih terluka, tapi tak pernah seberharap ini
Luapkan nada minor yang entah apa maksudnya
Sabtu, 18 April 2020
Senandung Perpisahan
Hampir aku hilang saat gelap menghampiri
Kala kucoba berlari mengejar angan yang
sebenarnya tak pasti
Menerawang jauh mendapati hati yang telah
bertuan
Masihlah kini kuberlari...
Senja yag pernah mengajarkanku sebuah arti
Dimana dunia tak selamanya akan terang
Masih ada hal yang mampu membuatnya gelap
Takdir
Sudah menjadi takdir bagi senja untuk
meredupkan terangnya matahari menjadi langit malam
Kaukah senja itu???
Bila Tiba
Sebuah pengharapan terlahir
dari sebuah pertemuan
Seakan takdir mulai
menampakkan wujudnya
Menantikan detik yang berlalu
lambat didalam kesendirian
Memetik kasih yang mungkin
akan segera diberikan Tuhan
Namun takdir belum memutuskan
Seonggok keanggunan yang
ditawarkan ternyata hanyalah sebuah belati
Menciptakan luka kecil dan
menghadirkan perih yang mendalam
Dan menjadikan sebuah harapan
menjadi asa yang tak bermakna
Kuyakinkan dalam hati...
Surga Dikakimu
280 hari bukanlah waktu yang
singkat
Beban yang kuberikan seakan
begitu mudah kau jalani
Kekuatan hati dan kasih
sayang menjadi penopang
Atas semua kesakitan dan
keluh kesah selama mengandungku
Didasari keikhlasan kau
menjagaku
Dilandasi kelembutan kau
merawatku di rahimmu
Menjadikanku seonggok daging
yang siap melawan dunia
Memberikanku pembekalan dari
semua sifat mulia yang kau miliki
Langganan:
Postingan (Atom)