Dulu aku mengenalnya sebagai orang yang memanjakan hidupku, mencucikan pakaianku, memasakkanku setiap hari, dan selalu memberikanku uang jajan setiap harinya. Kurang lebih seperti itu jabaranku tentang ibu, yaaa hanya sesederhana itu dan seperti tak berarti.
Tapi kini… disaat aku sudah merasakan bagaimana rasanya terpuruk, rasanya terhina, rasanya sakit terhempas gelombang hidup,dan rasanya menjadi orang yang tak berguna, aku mengerti apa itu arti ibu sesungguhnya. Sosok yang selama ini tidak pernah aku banggakan, sosok yang selama ini hanya aku pandang tanpa mata. Betapa berharganya seorang ibu bagiku kini, ditambah pula sang ayah yang harus kembali kepelukkan sang kuasa. Aku telah mengerti tentang sulitnya merawatku semasa kecil, aku sedikit paham tentang pertaruhan nyawa saat melahirkan aku kedunia, aku cukup tahu tentang perihnya hati seorang ibu ketika mengetahui anaknya sedang mengalami kesulitan.
Dan kata MAAF akan selalu aku ucapkan setiap detiknya untuk mengurangi dosa-dosaku terhadap ibu andai aku bisa. Besarlah harapanku untuk bisa membahagiakan satu-satunya orang tua yang masih ada. Dengan cara terbaik yang aku bisa akan kucoba untuk merealisasikan itu. Lancarkan, mudahkan, dan ringankanlah niat-niat hamba ini Ya Allah. Semoga masih banyak waktu dan kesempatan untukku bisa sukses dan membahagiakan IBUKU, amin.
Tidak merasa lebih baik atau benar, dan bukan mengajarkan. Tak lebih dari mengingatkan pada diri sendiri dan sekitar. Berbagi pelajaran kecil, motivasi, dan cerita yang terinspirasi dari pengalaman, kegiatan, peristiwa, ataupun kejadian-kejadian yang dialami oleh orang-orang disekitar. Bismillah, semoga bermanfaat.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar