Apa yang ada di benak kalian bila melihat foto-foto ini??
Liburan? Vacation? Have Fun?
Yaapp benar... kami sedang membawa adik-adik dari Raffles International School Balikpapan berkunjung ke salah satu Desa Wisata di Balikpapan, Bukit Pringgondani. Dalam program yang terbentuk dengan nama Jelajah Balikpapan Vol.2.
Tapi artikel ini ditulis bukan untuk membahas kegiatannya. Melainkan untuk melihat lebih dekat salah satu siswa yang mengikuti rangkaian acara yang di usung oleh Duta Wisata Mnuntung Balikpapan ini.
Namanya Rhena, hanya itu yang aku tahu. Agak sedikit berbeda dengan para peserta lainnya. Ia sedikit pendiam, dan tidak terlalu banyak berinteraksi dengan guru, teman, ataupun kami sebagai tour leader.
Dari foto yang kalian lihat diatas, yang terlihat hanyalah Rhena yang cantik, lucu, dan menggemaskan.
Tapi sekali lagi harus aku ucapkan, bahwa ia berbeda dengan yang lainnya.
Kelainan fisik pada kakinya membuat ia harus berjalan dengan cukup sulit. Ia lebih banyak berdiri di tempat-tempat yang bisa ia pegang. Mungkin kakinya lemah, sehingga ia harus sering berpegangan agar ia bisa tetap berdiri.
Dari awal saat kami sampai di Bukit Pringgondani, aku yang melihatnya saat itu sangat terpukul sekali.
Rhena yang cantik, lucu, dan kuyakini bahwa ia juga seorang anak yang cerdas harus memiliki kelainan fisik.
Ingin sekali air mata ini menitik, andai ia tak memberikan senyumannya saat ia mentapku untuk pertama kalinya. Meski airmata yang menggenangi kelopak mataku ini sangatlah perih, tapi sebisa mungkin aku membendungnya agar ia tak tumpah dan tetap terlihat seperti tidak ada apa-apa.
Terus dan terus kuperhatikan dirinya.
Ia sangatlah pendiam, dan tidak terlalu berbaur dengan teman-teman satu sekolahnya.
Gurunya pun yang mengetahui keadaan fisik Rhena nampak seperti biasa saja dan tak ada penjagaan khusus terhadap dirinya.
Ia lebih banyak duduk sendiri. Selama kegiatan pun ia hanya memperhatikan dan mendengarkan saja. Dan pada saat berkeliling ia hanya duduk menunggu ditempat yang teduh saja.
Ingin sekali aku menggendongnya dan mengajaknya berkeliling, ingin sekali aku memeluk tubuh mungilnya, ingin sekali aku memberikan semangatku untuk dirinya.
"Tuhan..... jadikan dia gadis yang cerdas, berbakti, dan membanggakan untuk orang tuanya".
"Lindungilah dia dan tumbuhkanlah dia menjadi gadis yang luar biasa, yang tak kalah dengan anak-anak normal lainnya, dan sertakanlah kepadanya orang-orang yang akan selalu mencintainya didekatnya".
Aku banyak termenung memperhatikan Rhena yang hanya duduk melihat teman-teman sebayanya berlari kesana kemari bermain dan bergembira. Aku yakin, jauh di fikirannya ia juga sangat menginginkan hal itu. Tapi ia hanya memilih untuk diam karena mungkin ia menyadari dengan keadaan fisiknya itu, ia tak mungkin bisa melakukan semua hal yang ia inginkan.
Dan aku yang duduk tak jauh darinya kini harus benar-benar menumpahkan airmata tak kala melihat ia berlari menghampiri teman-teman yang memanggilnya.
Sungguh pemandangan yang sangat membuatku sedih. Aku melihatnya berlari dengan kaki yang terpincang-pincang bahkan nyaris seperti orang yang akan terjatuh. Ingin sekali tubuh ini bangkit dan berlari mengejarnya lalu membantunya untuk bisa berkumpul bersama teman-temannya. Tapi tubuh ini seakan mematung tak bernyawa atas apa yang aku lihat barusan. Dan ketika ia sampai pada teman-temannya ia membungkukkan tubuhnya dan memegangi kaki kanannya. Mungkin ada rasa sakit yang ia rasakan. Tapi semua itu seperti tak ia rasakan. Mungkin karena ada kebahagiaan bisa bermain bersama teman-temannya di alam terbuka seperti ini.
Jangan pernah berkecil hati terhadap kekurangan yang kau milikki, tetap percaya diri, dan selalu bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan.
Kita akan segera berjumpa lagi Rhena...
Dan kupastikan akan ada keberanian untuk menggendong dan berbicara banyak bersamamu nanti.
See you later my favorite kids....
#Jelajahbalikpapan #DWMB #exploringbalikpapan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar