Sabtu, 24 Januari 2015

Sebelum Terlambat

Kawan.... pernahkah kalian membayangkan bila kalian sudah mati nanti??
Apa yang akan kita temukan di akhirat sana?
Kegiatan seperti apa yang akan kita jalani disana?
Sebenarnya pertanyaan itu, kita pun bisa menjawabnya.
Semua tergantung ketaqwaan kita terhadap Tuhan.
Surga atau neraka, hanya itu pilihannya.
Aku juga bukanlah orang yang baik.Tapi sudah seharusnya kita sebagai sesama makhluk Tuhan untuk bisa saling mengingatkan.
Satu kejadian yang membuatku terfikirkan untuk menuliskan ini semua.Untuk pertama kalinya aku menghadapi seseorang yang sedang dalam keadaan Sakratul Maut. Dan seseorang itu adalah Ayahku sendiri.
Kudengarkan ucapan Istighfar yang terus diucapkannya lirih dan pelan kala itu.Beliau sudah tak mampu untuk membuka matanya, hanya ada kernyitan di dahi yang menandakan betapa hebatnya rasa sakit yang ia rasakan kala itu.Nafasnya terengah, melaju dan terus melaju. Sampai sesaat nafasnya menjadi sedikit dan kian panjang disaat penghembusan nafasnya."Aku siap, aku ikhlas", itu yang kuucapkan dalam hati. Betapa sedihnya melihat Ayahku harus menghadapi sakratul maut yang tak pernah terbayangkan apa rasanya.
"Huuufftttt.....", sangat jelas kudengar nafas terakhir yang ia hembuskan. Tak ada lagi Istighfar yang terdengar dari bibirnya yang pucat. Tak ada lagi kernyitan dahi, tak ada lagi darah yang mengalir. Tubuhnya kaku, dingin, dan memucat. Beliau telah pergi......
Kulihat airmata yang jatuh dari pinggiran matanya. "Selamat Jalan Papah...."
Kita, dan siapapun kita pasti akan mengalami hal serupa.
Jadi persiapkanlah bekal kalian nanti.
Jangan sampai ada penyesalan.
Lakukanlah yang terbaik semasa hidup kalian.
Sebelum Terlambat....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar