Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh....
Bismillahirahmanirahim, alhamdulillah kelar juga tulisan yang ini.
Semoga bermanfaat buat kita semua yaa...
Sebuah problematika kehidupan yang sangat sering kita jumpai.
.
Kenapa kita gagal?
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Ini adalah pertanyaan yang sebenarnya kita tahu jawabannya. Hanya saja otak kita yang tak mampu bersingkronisasi dengan iman kita.
Sama, Aku pun demikian. Sampai disuatu malam yang tak biasa, bertemankan jahe panas dibawah temaram bulan (aassiikkkk 😅) Aku tersadarkan pada beberapa kegagalan yang aku alamin.
Dan seketika itu juga aku mengevaluasi apa saja yang telah aku lakukan untuk meraih keberhasilan tersebut.
Dan aku sedikit bisa memahami penyebab-penyebab kegagalan tersebut, diantaranya ini nih :
- Niatnya kurang sempurna
- Caranya salah
- Ikhtiarnya kurang maksimal
- Iman yang lemah
- Takdir berkata demikian
.
Kenapa dikatakan kurang sempurna, karena mungkin niat kita yang belum utuh hanya karena Allah. Kita masih berniat karena ini itu, karena manusia, karena gengsi, karena nafsu, karena sesuatu yang berbau dunia.
Astaghfirullahaladzim, dalam urusan niat saja kita masih mendua mentigakan Allah 😔.
.
Mungkin kita gagal karena caranya salah, kadang kita lebih memilih cara-cara yang umum atau sering digunakan orang lain.
Ketika kita melihat cara itu berhasil dilakukan oleh orang lain maka kita ikut mencobanya.
Padahal belum tentu kita akan mendapatkan hasil yang sama meski dengan cara yang sama.
Atau mungkin cara yang kita gunakan adalah cara yang bukan anjuran syariat Agama.
Naahh abis ini kita coba belajar tentang cara-cara yang sesuai anjuran Rasulullah untuk sesuatu yang ingin kita dapatkan.
Bismillah, semoga cara kita selanjutnya di Ridhai Allah SWT.
.
Ikhtiar kurang maksimal juga bisa menjadi penyebab kegagalan kita.
Karena sejatinya Ikhtiar ini selalu bergandeng dengan tawakal.
Naah... mungkin kita nggak nyelipin tawakal di ikhtiar kita.
Kadang kita sudah berusaha semaksimal yang kita bisa, dan benar usaha kita memang sudah sangat maksimal.
Tapi tawakalnya kurang, jadinya gagal deh.
Misalnya kita sudah bertawakal sekian tahun, tapi masih belum dikabulkan Allah SWT. Lalu kita menyerah dan berputus asa, padahal ternyata sedikit lagi bakal dikabulin, hanya saja mungkin pas kita udah menyerah duluan.
.
Iman yang lemah, ini sering banget jadi penyebab kita gagal.
Kita udah cukup hebat ikhtiarnya, tawakalnya udah cukup lama, doanya udah pagi siang malam.
Dan disaat yang kita harapkan sudah didepan mata, seketika hilang tak bersisa hanya karena kita yang tak kuat menahan godaan syaitan.
Godaan hawa nafsu, godaan jalan yang nggak baik, godaan sikap yang Allah benci.
Apa saja, yang jelas itu kerjaan syaitan.
Lantas siapa yang salah? Syaitannya? Hehehhee.....
Yaa nggak juga, karena memang tugas mereka adalah menggoda kita dan menghasut kita untuk jadi pengikut mereka di neraka.
Yang salah adalah kita, kita yang nggak bisa ngontrol diri dan hati kita.
Astaghfirullahaladzim.... semoga next kita bisa jadi lebih strong imannya yaa....
.
Takdir....
Naah kalau ini adalah kegagalan yang memang kehendak Allah banget.
Usaha, doa, ikhtiar, tawakal dan imannya sudah luar biasa banget, tapi tetep gagal.
Itu artinya Allah udah nyiapin yang lain untuk kita yang lebih baik menurut Allah.
Yang baik menurut kita kan bukan berarti yang baik menurut Allah.
Sesungguhnya Allah sajalah yang maha mengetahui yang terbaik buat umatnya.
Jadi bila ini terjadi di kita, jangan sekali-sekali kita menyalahkan Allah, ataupun menganggap Allah nggak mau kabulkan mimpi kita.
Allah akan tetap kabulkan, tapi Allah kabulkan dalam wujud yang lain. Yang sebenar-benarnya adalah sesuatu yang kita butuhkan.
Kan Allah hanya mengabulkan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.
Nah kita berdoa saja semoga apa yang kita inginkan adalah Mazhab yang memang kita butuhkan.
Agar Allah bisa segera kabulkan keinginan kita.
Aamiin Allahumma Aamiin....
.
Yaaaa demikianlah beberapa faktor kegagalan menurut aku secara pribadi.
Semoga kita bisa petik hikmahnya.
Tidak bermaksud mengajarkan, hanya sekedar mengingatkan, terlebih kepada diri sendiri.
Mohon maaf bila ada kekurangan dan kekhilafan kata.
Kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
Wassalamualaikum....
Tidak merasa lebih baik atau benar, dan bukan mengajarkan. Tak lebih dari mengingatkan pada diri sendiri dan sekitar. Berbagi pelajaran kecil, motivasi, dan cerita yang terinspirasi dari pengalaman, kegiatan, peristiwa, ataupun kejadian-kejadian yang dialami oleh orang-orang disekitar. Bismillah, semoga bermanfaat.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar