Teriknya
Matahari diubun kepala tak mengindahkan hatiku untuk tidak terus tersenyum
didalam sejuk
Kulihatnya
dipucuk singgasana sedang menari dengan riangnya
Meresapi
belaian tawa yang semakin lembut
Dan
membawaku pada sebuah pengharapan terbaik yang pernah Tuhan beri
Hey…..
lihatlah seonggok daging dengan cinta ini
Tengoklah
kemari
Yang
hampir membinasakan egonya demi sebuah mata cantik yang membias tepat disudut
relung kalbu
Nikmatilah
setiap jengkalan jemari per jemari dari kasih yang ditawarkan
Ambillah
ini untukmu
Dan
teruntukmu pula
Sang
bunga hati yang sempat hampir tak tergenggam
Kuberikan
hatiku agar kau bisa melihat bagaimana cinta menjagamu
Meski
lamunan ingatkan bahwa aku tak sendiri disini
Tapi
niat suci yang bersimpuh pada Illahi ini tak akan surut bersama rasa takut
Hingga
aku menjadi pemenang dihatimu
Maka
ambillah semua ini memang untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar