Angin dingin kelam berderik
Kabut putih menghapus mentari
Tegak cahayanya menusuk citra
Pahatan gunung memecah langit
Berselimut awan beralas Zamrud
Tinggi dan tajam
Sejak waktu tidak beranjak
Di sanalah sanubari berdetak
Sunyi sepi tak beriak
Cermin ilusi di atas danau
Menikung pohon yang melambai warna
Di selah kaki-kaki yang mengejek karya-karyanya
Di manakah aku berada?
Di mana jiwa tak mengingat rumah
Di saat hidup terasa sempurna
Sungguh jelita permadani ini
Terbarkan pesona di atas cakrawala
Tak berujung di pandang lamanya
Serasa berulang di negeri tak bertuan
Tidak merasa lebih baik atau benar, dan bukan mengajarkan. Tak lebih dari mengingatkan pada diri sendiri dan sekitar. Berbagi pelajaran kecil, motivasi, dan cerita yang terinspirasi dari pengalaman, kegiatan, peristiwa, ataupun kejadian-kejadian yang dialami oleh orang-orang disekitar. Bismillah, semoga bermanfaat.....
Selamat pagi.
BalasHapusJika berkenan, saya ingin meminta izin untuk mencantumkan puisi ini untuk buku pelajaran bahasa Indonesia. Bolehkah?
Maaf baru melihat komennya. Boleh sekali. Tapi cantumkan nama penciptanya yaa
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusJOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.org