Assalamualaikum buat para reader dimanapun keberadaannya.
Yang masih dihatinya, yang masih dirumah sambil liatin potonya, atau yang lagi duduk dipantai sendirian meratapi nasib.
Hehehhe..... peace.
Kali ini sedikit kita membahas tentang seperti apa itu keseimbangan dalam hidup.
Bismillah, semoga bermanfaat.....
.
Manusia akan hidup di dua alam.
Semasa hidup akan tinggal didunia, dan setelah mati akan tinggal di akhirat.
Mana yang lebih baik???
Sudah pasti akhirat. Yaa karena disana kita akan kekal selamanya. Sementara di dunia? Hanya sementara guys..... SEMENTARA.
Tapi dunia adalah cikal bakal bagaimana nanti kita akan hidup di akhirat.
Dengan kata lain, hidup kita di akhirat itu tergantung bagaimana hidup kita di dunia.
Kita bisa jadi makhluk baik di dunia, maka surga akan jadi labuhan terakhir setelah mati.
Bila kita jadi makhluk yang tak baik, maka neraka siap tersenyum menanti raga kita.
Dan baik disini bukan hanya sekedar terhadap sesama manusia.
Melainkan juga kepada Allah.
Hablum minallah, Hablum minannas.
Dan ini harus seimbang guys....
Kita punya ibadah yang baik ke Allah, tapi kita tidak baik ke sesama. Maka kita juga bisa menjadi penghuni neraka nantinya.
Naudzubillahimindzalik.....
.
Bagaimana itu baik terhadap sesama?
Banyak.... banyak kali bahkan.
Mulai dari hal sederhana sampai hal yang terkadang kita tidak menyadarinya bahwa itu baik.
Naah, untuk penjelasannya bakal kita bahas di next post yaa....
Okeeeey, didalam Hablum minallah dan Hablum minannas terdapat lagi sub perbidangnya.
Misal keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai manusia, keseimbangan antara ikhtiar dan doa, keseimbangan dalam memperlakukan ataupun bersikap, dan masih banyak lagi.
Enggak ribet kok, hanya karena kita yang kurang menyadari saja makanya terkesan agak ribet. Padahal ini selalu kita temui disetiap hari kita.
Lalu mengapa keseimbangan itu harus diperjuangkan?
Karena sejatinya mereka saling berkaitan, maka bila 1 saja terdapat sesuatu yang belum selesai urusannya dengan baik, itu bisa saja menjadi penghambat untuk menyelesaikan urusan yang lainnya.
Kita ambil contoh sederhana, ketika seseorang ingin meminjam uang disebuah bank. Bila ia belum melunasi hutang-hutang yang ada di bank lain maka itu akan menghambat proses peminjaman uang orang tersebut.
Karena masih ada tanggung jawab yang harus diselesaikan.
Sama halnya dengan seseorang yang ingin bertaubat kepada Allah SWT, ia akan menjadi mudah bila semua permasalahannya dengan orang-orang disekitar sudah diselesaikan dengan baik pula.
Bila ada masalah, maka meminta maaflah. Mintalah dengan tulus dan mintalah keikhlasannya untuk memaafkan.
Semisal maaf tersebut tidak diterima yaa itu nggak masalah brader, karena itu sudah menjadi urusan si yang ingin memaafkan dengan Allah SWT.
Karena tanggung jawab kita adalah meminta maaf bila kita melakukan kesilapan.
.
Teruntuk kepada seluruh reader sesama insan manusia yang merupakan makhluk mulia daripada makhluk yang lain, menyeimbangkan Hablum minallah dan Hablum minannas adalah salah satu bentuk ikhtiar yang nyata untuk bisa menjadikan kita lebih baik.
Lakukanlah dengan keikhlasan dan ketulusan hanya untuk mebgharap Ridha Allah.
Karena RidhaNya lah yang akan mempermudah segalanya nantinya.
Dan jangan pernah menyerah untuk memperjuangkan itu.
Karena terkadang justru ujianlah yang datang menghampiri disaat kita melakukan proses tersebut.
.
Terimakasih buat para reader.... semoga bisa bermanfaat.
Tidak ada niatan untuk mengajarkan, hanya berbagi sedikit makna tentang keseimbangan dalam hidup, terlebih pula untuk mengingatkan pada diri sendiri dan sekitar.
Lebih dan kurangnya mohon maaf,
Wassalamualaikum.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar