Selasa, 02 April 2019

Yang Kedua

Siang itu terasa sangat menyengat, matahari begitu teriknya dilangit. Tak seperti biasanya....
Entah aku darimana, bahkan seperti tak ada kegiatan yang aku lakukan pada saat itu. Tak seperti biasanya....
Aku berkendara menggunakan motor kecil andalanku, menyusuri jalan perlahan menuju rumah nenek yang terletak cukup jauh dari rumahku. Dan agak sedikit aneh karena jalan yang kulewati seperti tak kukenal sama sekali.
Tak seperti biasanya....
Sesampainya dibawah rumah nenek, kuparkirkan dengan rapi motor kesayangan ini. Dan aku berjalan menyusuri gang kecil yang menanjak dengan curamnya.
Sesampainya diujung gang, betapa takjubnya ketika aku mendapati Bunda, nenek, kakak, keponakan-keponakan, dan seorang gadis kecil bertubuh gempal yang sedang tertawa lepas dipelukan Bundaku. Kulihat mereka semua duduk berjajar menggunakan kursi plastik berwarna hijau. Segera kurengkuh gadis kecil yang menggemaskan itu. Kupeluki, kuciumi keningnya, dan kusingkap rambut pendeknya, lalu ia pun tersenyum dengan cerianya.
Masya Allah.... betapa aku memang merindukannya saat itu.
Benar-benar terkejut dan tak menyangka Baby ada dihadapanku saat itu.
Dan seketika aku pun kembali terkejut dengan sesosok wanita yang entah dari kapan berdiri disamping kiriku.
Segera kupalingkan kepalaku, yang tak lain sosok itu adalah Mamahnya. Menggunakan baju hitam bercelana hitam sedang tersenyum kearahku.
.
Lalu semua hilang, gelap, dan berubah menjadi cahaya kuning yang kulihat.
Kudapati diriku yang sedang terbaring didepan TV. Kulihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 23.40.
Lalu kulihat tanggal yang tersemat di layar handphone, 2 April 2019.
Astaghfirullahaladzim, aku kembali bermimpi untuk yang kedua kalinya. Setelah beberapa hari yang lalu juga bermimpi mendapatkan kecupan dipipi kiriku dari Baby.
Masya Allah....
.
Mungkin Allah SWT ingin mencoba menghibur atas kerinduan ini.
Maka terjadilah mimpi ini.
Mimpi memang bunga tidur, yang bisa tersugesti lalu lahir atas apa yang kita rasakan.
Didalam Islam, mimpi buruk tidak boleh diceritakan pada orang lain.
Karena itu adalah perbuatan jin yang mungkin berniat tidak baik pada kita.
Tapi ini???? Ini indah buatku....
Aku seperti bisa merasakan kehadirannya.
Meski hanya didalam mimpi.
Dan bila Allah nanti menjawab segala doa, dan mengumandangkan takdirnya pada kami dengan cara yang diRidhaiNya, sungguh sebuah keindahan dan anugerah yang luar biasa pastinya.
Ya Rabb, apapun itu terimakasih sudah menyempatkan untuk membuat mimpi itu untuk hamba.
Dan bila memang engkau berkehendak, hamba siap untuk pertemuan yang ketiga.
Meski hanya didalam mimpi.
Bismillah.... Laa hawla wa laa quwwata ilaa billah.
Titip salam dan rindu dari hamba ya Allah, engkaulah sebaik-baiknya penolong dan pelindung.
Allahu Akbar 💚🙂

Tidak ada komentar:

Posting Komentar