Malam ini aku duduk sendiri didermaga, begitu banyak orang
yang ada disekitarku. Seperti tanpa memperdulikan udara dingin yang terasa
menyengat tubuh, mereka tetap asyik dengan obrolannya masing-masing.
Sedangkan aku?? Aku hanya memejamkan mata sembari menikmati
udara dingin yang menyapu seluruh wajahku. Kurasakan tubuh ini mulai menyatu
dengan alam. Kufokuskan fikiranku pada kenangan-kenangan terdahulu. Suara yang
tadinya ramai kini terasa sangat kecil ditelingaku. Beberapa momen kuingat
jelas tentang kenangan itu. Suka, duka,
kebersamaan, perjuangan dan pengorbanan yang pernah kami lakukan dulu kini
seakan mencoba bangkit untuk memperbaiki itu semua. Entah ia yang datang, entah
cinta yang mengembalikan, atau entah memang aku yang mencoba kembali…. Aku
mencoba untuk mencari tahu tapi tetap tidak juga kudapatkan jawabannya.
Ada kenyamanan yang kurasakan saat aku berbicara dengannya,
ada kedamaian saat aku melihat senyumnya, ada sesuatu yang berbeda yang belum
pernah kurasakan kepadanya sebelumnya. Aku hanya terbingungkan dengan hal itu
semua, sesaat aku berfikir itu terjadi hanya karena memang kami yang sudah
sangat lama sekali tidak bertemu. Tapi dilain hal ada pemikiranku tentang
sebuah ketentuan sang kuasa. Ketentuan yang mana memang inilah kami sekarang
dipertemukan dengan momen sederhana namun menurutku begitu berkesan. Apapun
itu, yang pasti selalu ada doa agar diberikan yang terbaik oleh Allah SWT.
Satu jam lebih sudah aku berada didermaga, tak berubah jua
apa yang ada difikiranku. Masih tentang sebuah kenangan yang tak kulupakan.
Dengan langkah yang berat kutinggalkan dermaga, karena jujur masih ingin
rasanya aku berlama-lama disana. Tapi sayang mata ini mulai tak bersahabat,
mulai membebani kelopak mataku untuk tertutup dan terlelap. Kusegerakan untuk
pulang kerumah, tidur dan langsung beristirahat karena masih ada sinar mentari
esok yang akan menemaniku untuk menantang hari. Dan sebagai akhiran sebelum
menutup mata, kusematkan sebuah harapan untuk bisa memimpikannya malam ini…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar