Malam ini masih sama seperti biasanya….
Dermaga kembali menjadi tempat pilihanku untuk mencari
inspirasi.
Huruf demi huruf kurangkai menjadi kata untuk menjadikannya
kalimat, kalimat yang masih menceritakan tentang dia….
Sehari sebelum malam ini, aku bertemu dengannya. Entah
seperti apa bahagiannya, yang pasti semakin sering aku melihat senyumnya itu
membuat aku menjadi semakin hidup. Hidup yang dulu pernah hilang dari diriku,
hidup yang sempat menjadi hitam, hidup yang sebelumnya datar, hidup yang dulu
hanya seperti seonggok daging yang tak memiliki arah. Kini jelaslah sudah
kemana aku harus mengarah, ke sebuah pintu kecil yang terletak dihatinya.
Yaaaa…. Hanyalah ada pintu kecil yang kulihat disana L.
Hampir 3 jam aku duduk disini, silih berganti yang duduk
dikanan dan kiriku. Hanya aku yang tampak betah duduk disini. Tanpa ada rasa
bosan yang kudapat bila sudah berada disini.
Ternyata 2 saudara sejahwatku mengetahui keberadaanku.
Dialah Lek Pal dan Lek Chris. Nama asli mereka adalah Reval dan Christian,
Namun aku lebih suka memanggil mereka dengan sebutan “Lek”. 3 Diva, itulah gelar yang kusematkan untuk
kelompok kami ini. Hahahahaaa…. Dan bila 3 Diva sudah angkat bicara, maka dunia
akan mendengarkannya. Waaawww…. Ngayal.
Mereka datang satu persatu, Lek Pal kemudian Lek Chris.
Kamipun mulai membuka obrolan, dimulai
dengan obrolan politik, percintaan, kehidupan, dan seperti yang dapat kutebak,
obrolan akhirpun adalah tentang si meonk.
Hhhmmm…. Aku hanya tersenyum disaat mereka menanyakan
tentang dia. Bukan karena tidak tahu atau tidak mau menjawabnya. Namun aku
sendiri bingung harus darimana menjawabnya.
Semakin hari semakin indah yang dirasakan, meski tak banyak
waktu yang Tuhan berikan untuk bisa bertemu langsung dengannya. Namun
setidaknya banyak foto-fotonya yang kukumpulkan, belum lagi rekaman-rekaman
suaranya yang kurekam tanpa sepengetahuannya. Bagiku itu lumayan untuk
mengurangi rasa ingin bertemu dengan dirinya, hahahahaa…..
Seperti seorang tentara yang hanya diam melihat musuhnya
berdiri didepan mata, begitu pula yang kulakukan. Hanya diam tidak ada
tindakan. Mungkin hanya tinggal menunggu waktu, waktu yang bisa menghilangkan
perasaan itu, atau waktu yang akan membuatku tak kuasa untuk mengatakan aku
mencintainya. Ulllaaallaaaa…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar